Sampah di zona sel aktif TPA Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Sampah di zona sel aktif TPA Kota Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Bukan hanya sampah masker medis yang mengalami penurunan drastis di tengah pandemi covid-19 di Kota Batu. Jumlah sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, berkurang 25 persen per hari.

Jika normalnya sampah yang masuk di TPA Kota Batu mencapai 75 sampai 80 ton per hari, kini hanya sekitar 50 ton. “Turun 25 persen per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Arief As Siddiq.

Baca Juga : Bupati Sanusi Sebut TPST Mulyoagung Bisa Jadi Percontohan, Ini Buktinya

Di tengah pandemi ini, memang sampah di Kota Batu jauh berkurang. Berkurangnya sampah ini lantaran larangan dibukanya tempat wisata dan perhotelan di Kota Batu.

Sebelumnya salah satu penyumbang sampah yang cukup banyak di Kota Batu adalah sampah wisata dan perhotelan.  “Jumlah sampah paling banyak dari wisata dan perhotelan. Karena memang beberapa bulan terakhir ditutup, sehingga sangat berkurang sekali “ imbuh Arief, Sabtu (6/6/2020).

Namun, untuk rumah tangga, meskipun masyarakat di tengah pandemi covid-19 membatasi aktivitas dengan hanya di rumah, hal tersebut tidak memengaruhi jumlah sampah yang masuk di TPA Kota Batu. “Kalau sampah rumah tangga tidak pengaruh,” tambah Arief. 

Baca Juga : Selamatkan Lingkungan, Warga Sumberjati Kademangan Galakkan Bank Sampah

Seiring dengan transisi new normal serta dunia pariwisata dan perhotelan mulai dibuka, produksi sampah diprediksi secara bertahap akan bertambah. “Kalau aktivitas pariwisata dan perhotelan buka, produksi sampah kembali meningkat,” tutup Arief.