Suasana salah satu spot yang biasa ramai digunakan untuk berswafoto wisatawan di Kampung Warna-Warni Jodipan yang kini tampak sepi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana salah satu spot yang biasa ramai digunakan untuk berswafoto wisatawan di Kampung Warna-Warni Jodipan yang kini tampak sepi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Malang Raya telah memasuki masa transisi menuju new normal atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19, sejak kemarin (Senin, 1/6/2020).

Namun, wisata populer Kampung Warna-Warni di Kota Malang masih memilih untuk tutup sementara waktu hingga pandemi mereda.

Baca Juga : Jatim Park Group, Paralayang, dan Selecta Masih Tutup

Seperti diketahui, new normal life memungkinkan segala aktivitas masyarakat di tempat umum berjalan seperti biasa karena pembatasan sudah mulai dilonggarkan. 

Salah satunya, akses tempat wisata yang sudah diperbolehkan untuk kembali di buka menyambut wisatawan. 

Namun, kebijakan diperbolehkannya kembali membuka kawasan wisata ini rupanya tidak dilakukan di kampung tematik di Kota Malang. 

Kampung Warna-Warni Jodipan yang berada di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini misalnya, suasana sejak hari pertama masa transisi new normal masih tampak sepi. 

Belum ada tanda-tanda adanya kunjungan baik dari warga lokal ataupun wisatawan hingga manca negara yang biasanya selalu mampir ke area wisata tersebut. 

Ada satu dan lain hal yang membuat Kampung Warna-Warni Jodipan ini masih enggan membuka kembali areanya. 

Salah satunya, masih khawatir akan penyebaran penularan Covid-19. 

Ketua RW 02, Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Soni Parin mengungkapkan masih ada berbagai persiapan jika pihaknya akan membuka kembali area wisata ini. 

Apalagi, setelah vakum kurang lebih selama 3 bulan belakangan banyak sarana prasarana yang harus diperbaiki. 

Di samping itu, penyebaran Covid-19 yang masih meluas juga menjadikan kekhawatiran bagi warga di wilayah Kelurahan Jodipan itu sendiri jika harus membuka kembali kawasannya. 

"Persiapannya pun masih semrawut karena habis berhenti hampir 3 bulan ya, masih acak-acakan. Dan sebenarnya ini kan belum betul-betul bebas dari wabah Covid-19 ya. Kalau lihat tetangga kita Surabaya itu kita masih takut, masih apa ya was-was gitu (untuk buka kembali)," ujarnya. 

Ia menyebut, jika memang nantinya akan dibuka kembali maka semua persiapannya harus dirapikan terlebih dahulu. 

Baca Juga : Industri Pariwisata Dibuka, Pakar Ingatkan Second Wave Pandemic

Pihaknya juga tidak mau gegabah dengan asal membuka area Kampung Warna-Warni Jodipan tanpa pertimbangan. 

Sebab, area wisata bisa didatangi oleh siapa saja. Karenanya harus dimatangkan kembali berkaitan dengan pencegahan yang sesuai protokol Covid-19. 

"Jadi kami menjaga. Ya memang dibilang sudah normal ya belum ya, masih ada daerah-daerah yang masih ada (pasien positif Covid-19). Bahkan Malang aja masih banyak bermunculan kasus-kasus baru. Apalagi kalau tempat wisata itu kan dari mana saja masuk, wisatawan luar daerah dan luar negeri itu yang bikin was-was," imbuhnya. 

Jika memungkinkan dan dirasa semua persiapan sudah matang, kawasan ini mungkin akan dibuka sekitar satu minggu lagi tergantung situasi dan kondisi di lapangan. 

Yang pasti saat ini, pihaknya dan warga di Kelurahan Jodipan sedang menyiapkan segala fasilitas sesuai protokol Covid-19. Seperti tempat cuci tangan, thermo gun dan hand sanitizer. 

Bahkan tim keamanan di wilayah tersebut juga harus siap nantinya jika memang kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan kembali dibuka. 

"Kalau niat buka ya seperti normal biasanya, cuma perlakuan pencegahan itu. Di masing-masing pintu masuk kan harus ada alat cuci tangan, semprot hand sanitizer, pengukur suhu harus ada semua. Dulu emang nggak ada, tapi sekarang untuk ngadepin situasi ini kan perlu hati-hati," terangnya. 

Soni mengaku, kalaupun Kampung Tematik lainnya sudah mulai kembali membuka kawasan pihaknya beserta warga Jodipan tidak ambil pusing. 

Karena, segala sesuatunya harus dimatangkan terlebih dahulu untuk saling menjaga kondisi masing-masing. 

"Makanya kami yang lain sudah buka biarlah. Kami belum siap karena alat yang kita lengkapi ini belum lengkap begitu. Dimatangkan dulu, uang penting tapi yang paling penting adalah keselamatan warga," tandasnya.