MALANGTIMES - Program menyulap plastik menjadi paving terus digerakkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Masyarakat pun didorong agar terus meningkatkan kreativitasnya dalam memanfaatkan sampah, terutama plastik.

Kepala DPUPRKP Kota Malang, Ir Hadi Santoso menyampaikan, mengubah sampah plastik menjadi paving merupakan salah satu inovasi yang ditularkan kepada masyarakat. Sampai sekarang, sosialisasi serta edukasi membuat paving terus dilakukan secara bergelombang.

"Kami masih berikan pelatihan. Masyarakat siapapun yang ingin ikut dipersilahkan," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan, inovasi tersebut dibuat untuk mendorong masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. Terlebih, dalam berbagai agenda yang dilakukan tim Satgas, tumpukan sampah plastik selalu mendominasi.

Sampah-sampah tersebut bahkan sangat sering ditemukan di saluran air. Sehingga menghambat aliran aliran air, terutama saat musim hujan dan berdampak pada melubernya air dan mengakibatkan genangan.

"Setiap bersih-bersih, sampah plastik itu pasti yang paling banyak ditemui," urai dia.

Sony menjelaskan, paving plastik yang diproduksi tersebut berkualitas tinggi. Bahkan cara pembuatannya terbilang sangat mudah, yaitu hanya berbahan plastik dan oli bekas. Sehingga masyarakat terus didorong dan dilatih untuk dapat membuat paving plastik.

Melalui gerakan itu, diharapkan masyarakat tak lagi membuang sampah plastik sembarangan. Melainkan mengumpulkannya untuk kemudian dimanfaatkan sebagai paving. Selain itu juga dapat diolah untuk berbagai produk lain yang lebih bermanfaat.