Puskesmas Arjuno melakukan deteksi gizi buruk pada remaja putri. Yakni dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas. Menurut Kepala Puskesmas Arjuno Kota Malang dr. Umar Usman, pengukuran ini cukup signifikan untuk mengetahui apakah mereka kurang gizi atau tidak sebagai calon ibu hamil (bumil).
"Ini merupakan deteksi gizi buruk pada remaja. Lingkar lengan atas itu ternyata cukup signifikan untuk mengetahui calon-calon bumil itu kurang gizi atau tidak," ujar Usman saat ditemui di Puskesmas Arjuno tadi (29/11).
Lantas, mengapa deteksi dini ini diperlukan? Menurut Usman, perbaikan gizi tidak bisa dikejar dalam waktu yang tepat. Jadi, pengukuran lingkar lengan atas ini dilakukan kepada perempuan-perempuan muda. "Sebaiknya yang digalakkan ini remaja karena gizi itu tidak bisa dikejar dalam waktu cepat," tandasnya.
Deteksi dini kepada para remaja ini dilakukan di kelurahan-kelurahan yang ada di wilayah Puskesmas Arjuno. Mulai dari Oro-oro Dowo, Penanggungan, Kauman, hingga Kiduldalem. Rencananya, ke depannya Puskesmas Arjuno akan menyasar lebih dalam ke RW-RW. "Sudah kita nyoba mengembangkan agar titiknya itu berbasis RW sehingga lebih luas jangkauannya. Kan kita punya 34 RW," ujarnya.
Untuk diketahui, remaja yang gizi buruk yang ada di wilayah Puskesmas Arjuno mencapai 10 persen. Meski tergolong sedikit, Puskesmas Arjujo bertekad untuk menuntaskannya. "Karena gizi buruk ini berpotensi menyumbangkan kematian, baik persalinan ibunya maupun bayinya. Dan kita tidak berharap hal itu terjadi sama sekali," imbuhnya.
