Diterjang Angin Kencang, Atap Ruang Mengaji SPS Tunas Harapan Oro-Oro Ombo Kota Batu Ambruk
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
24 - Jan - 2026, 12:55
JATIMTIMES – Cuaca ekstrem angin kencang masih terjadi di wilayah Kota Batu. Fasilitas pendidikan anak usia dini yakni Bangunan Satuan Paud Sejenis (SPS) Tunas Harapan yang berlokasi di Jalan Anggrek, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian atap akibat terjangan angin kencang, Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, namun laporan baru diterima oleh petugas pada pukul 07.31 WIB. Kencangnya angin membuat konstruksi atap bangunan berukuran panjang 8,5 meter dan lebar 7,5 meter tersebut tidak kuat menahan beban hingga ambruk total ke lantai.
Baca Juga : Rentetan Bencana di Pujon Berlanjut, Pohon di Jalur Malang-Kediri Tumbang dan Hambat Lalu Lintas
Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengungkapkan bahwa area yang terdampak paling parah adalah ruang yang biasa digunakan anak-anak untuk mengaji. Akibat puing-puing material yang berserakan, ruangan tersebut kini dalam kondisi lumpuh total.
"Dampaknya cukup serius, ruang mengaji untuk sementara waktu tidak bisa digunakan sama sekali. Hal ini otomatis membuat proses belajar mengajar anak-anak terganggu," jelas Suwoko melalui keterangan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) PB BPBD Kota Batu, Sabtu siang.
Tim reaksi cepat BPBD Kota Batu telah terjun melakukan langkah kaji cepat di lapangan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Perangkat Desa Oro-oro Ombo, jajaran guru SPS Tunas Harapan, serta warga setempat untuk mengamankan lokasi dari potensi reruntuhan susulan.
Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu kerugian materil masih dalam penghitungan.
BPBD Kota Batu memberikan rekomendasi agar segera dilakukan tindak lanjut pasca bencana oleh dinas terkait untuk perbaikan atap bangunan. Hal ini menjadi prioritas agar aktivitas pendidikan agama dan karakter bagi anak-anak di Dusun Dresel bisa kembali berjalan normal.
Baca Juga : Angin Kencang Berpotensi Landa Jawa Timur hingga 25 Januari, Ini Penyebabnya
Menyikapi rentetan kejadian akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir, Suwoko mengimbau warga untuk terus memantau informasi cuaca. Juga tetap waspada terhadap potensi angin kencang serta hujan lebat yang masih mengintai.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama jika berada di dekat bangunan tua atau pohon besar. Pastikan kondisi konstruksi rumah atau gedung sekolah dalam keadaan kokoh. Keselamatan diri dan keluarga adalah yang utama di tengah cuaca yang tidak menentu seperti saat ini," pungkasnya.
