Menag ke Mesir, UIN Maliki Malang Siap Jadi Penyelenggara Cabang Universitas Al-Azhar
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
19 - Jan - 2026, 06:28
JATIMTIMES - Peluang hadirnya cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia makin terang. Di tengah diplomasi pendidikan yang digas pemerintah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menyatakan kesiapan penuh untuk mengambil peran sebagai penyelenggara.
Sinyal itu menguat seiring keberangkatan Menteri Agama Nasaruddin Umar ke Mesir Minggu, (18/1/2026), membawa mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Agenda lawatan ini padat dan strategis, membahas kemungkinan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia sekaligus tampil sebagai pembicara kunci dalam seminar internasional ekoteologi di Kairo.
Baca Juga : Pimpin Apel Pagi, Ini Pesan Penting Gus Qowim Untuk OPD
“Saya akan menindaklanjuti arahan Presiden terkait peluang kerja sama dengan Universitas Al-Azhar di Indonesia, sebagaimana telah dibahas dalam sejumlah pertemuan bilateral negara-negara Muslim,” ujar Nasaruddin Umar sebelum bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/1/2026).
Menurut Menag, keberadaan cabang Al-Azhar di Indonesia akan memangkas jarak, secara geografis maupun ekonomis, bagi mahasiswa Asia Tenggara. Selama ini, akses ke pusat keilmuan Islam klasik dan kontemporer itu menuntut perjalanan jauh ke Mesir, dengan tantangan biaya dan dinamika kawasan yang tak ringan.
Dari Malang, kesiapan ditegaskan. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abdul Hamid, M.Ag, menyebut institusinya memiliki fondasi akademik dan kelembagaan yang mumpuni untuk mengemban mandat strategis tersebut.
“UIN Maliki Malang siap menjadi penyelenggara cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia,” tegasnya, Senin, (19/1/2026).
Baca Juga : Alarm Bunuh Diri Mahasiswa Menguat, Psikolog UIN Maliki Malang Dorong Kampus Wajibkan Screening Mental Maba
Kesiapan itu bukan klaim kosong. Tradisi pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa pengantar perkuliahan telah lama mengakar di UIN Maliki Malang, selaras dengan sistem pendidikan Al-Azhar. Ditopang SDM berkualitas, termasuk dosen alumni Timur Tengah dan berbagai kampus luar negeri, Maliki dinilai siap berlari di lintasan global.
Jika kolaborasi ini terwujud, dampaknya melampaui simbol. Indonesia berpeluang menguat sebagai destinasi studi Islam Asia Tenggara sekaligus simpul baru pengembangan Islam moderat di level dunia. Bukan sekadar mengirim mahasiswa ke Kairo, tetapi menghadirkan spirit Al-Azhar di tanah air, dekat, relevan, dan berjangka panjang.
