FKIK UIN Malang Matangkan Arah SDM 2026 lewat Lokakarya Blueprint Strategis
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
19 - Jan - 2026, 01:06
JATIMTIMES - Bergerak sebelum tertinggal. Itulah semangat yang terasa kuat dalam Lokakarya Penyusunan Blueprint Sumber Daya Manusia (SDM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tahun 2026.
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang memulai langkah strategis ini sebagai fondasi penting untuk menyiapkan peta jalan pengembangan SDM yang berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan tantangan masa depan pendidikan kesehatan.
Baca Juga : Viral! Sekolah di Bekasi Dapat MBG Ubi Setengah potong, Pisang Sebiji, hingga Susu Kental Manis di Plastik
Lokakarya ini melibatkan hampir seluruh unsur civitas akademika FKIK. Mulai dari jajaran pimpinan fakultas, para wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, kepala bagian tata usaha, unit pengembangan SDM, hingga tenaga kependidikan, semuanya duduk dalam satu ruang gagasan.
Kehadiran lintas unit ini bukan sekadar formalitas, melainkan penanda kuat bahwa perencanaan SDM dipahami sebagai kerja kolektif, bukan agenda satu meja saja.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) dr Alvi Milliana MBiomed. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa lokakarya ini menjadi titik awal untuk membaca kebutuhan SDM FKIK dalam lima tahun ke depan.
Menurut dr Alvi, perencanaan sumber daya manusia tidak bisa lagi bersifat reaktif, melainkan harus proaktif dan visioner, seiring cepatnya dinamika institusi dan tantangan dunia pendidikan tinggi kesehatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa FKIK tengah menyiapkan pengembangan akademik melalui rencana pembukaan sejumlah program studi baru, seperti obstetri dan ginekologi, patologi klinik, serta radiologi. Rencana besar ini, kata dr Alvi, harus ditopang oleh kesiapan SDM yang matang agar pengembangan fakultas tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan dan berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, Alvi menyampaikan apresiasi kepada Unit Pengembangan SDM FKIK yang telah menginisiasi dan mengawal lokakarya perdana ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian terhadap pembangunan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing.
Pengembangan SDM, lanjutnya, merupakan kunci utama dalam memperkuat mutu akademik sekaligus kelembagaan fakultas secara menyeluruh. Karena itu, ia berharap hasil lokakarya tidak berhenti pada diskusi, melainkan dirumuskan menjadi rekomendasi konkret dan blueprint yang aplikatif sebagai rujukan kebijakan SDM FKIK ke depan.
Di akhir sambutan, Alvi menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program-program unit pengembangan SDM seraya mendorong agar semangat kolaborasi dan inovasi terus dijaga. “Lokakarya ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang untuk menuangkan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pengelolaan SDM FKIK. Hasil lokakarya ini diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi pengembangan fakultas,” ujarnya.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan 5.750 Beasiswa LPDP 2026, S2-S3 Jadi Prioritas
Nada optimisme serupa disampaikan Ketua Unit Pengembangan Sumber Daya Manusia FKIK Apt Novia Maulina MFarm. Ia menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan kegiatan perdana yang digagas unitnya dan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat tata kelola serta perencanaan SDM di lingkungan fakultas. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga pengembangan SDM FKIK dapat berlangsung secara berkesinambungan, terarah, dan selaras dengan visi fakultas serta tuntutan profesionalisme dunia pendidikan tinggi.
Usai sesi pembukaan, peserta dibagi ke dalam diskusi kelompok sesuai bidang masing-masing. Tiga rumpun utama menjadi fokus pembahasan, yakni bidang kedokteran, bidang farmasi, dan bidang tenaga kependidikan. Diskusi bidang kedokteran melibatkan program studi S1 kedokteran, S2 biomedik, dan profesi pendidikan fokter. Bidang farmasi membahas kebutuhan SDM pada program studi S1 farmasi, S2 farmasi, serta profesi apoteker. Sementara itu, bidang tenaga kependidikan memusatkan perhatian pada pemetaan kebutuhan serta pengembangan kompetensi tenaga pendukung akademik dan nonakademik.
Setiap kelompok mengulas kondisi SDM terkini, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, sekaligus merumuskan proyeksi kebutuhan dan strategi pengembangan ke depan. Hasil pembahasan kemudian dipresentasikan dalam sesi pleno untuk diselaraskan antarbidang, agar blueprint yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan.
Rangkaian lokakarya ditutup setelah seluruh hasil diskusi dipaparkan. Melalui forum ini, FKIK menargetkan lahirnya blueprint SDM 2026 yang terukur, terarah, dan mampu menjadi kompas strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebuah langkah sunyi tapi penting, agar FKIK tetap melaju, bukan sekadar mengikuti arus, dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan di bidang kesehatan.
