Modernisasi Pertanian Magetan: Bupati Nanik Endang Bagikan Drone hingga Traktor untuk Petani
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Jan - 2026, 06:01
JATIMTIMES– Pemerintah Kabupaten Magetan mengambil langkah strategis dalam mempercepat transformasi sektor agraria melalui mekanisasi. Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nanik Endah Rusminiarti, menyerahkan puluhan unit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) canggih guna mendongkrak produktivitas dan efisiensi petani lokal, Selasa (13/1).
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional berbasis teknologi.
Baca Juga : Wabup Blitar Beky Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kolaborasi dengan Charoen Pokphand
Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI ini mencakup teknologi terkini, yaitu 4 Unit Traktor Roda Empat (TR4),10 Unit Traktor Roda Dua (TR2),1 Unit Crawler Rotary, 3 Unit Drone Pertanian (Penyemprotan/Pemetaan), 10 Unit Combine Harvester (Pemanen Padi), 3 Unit Power Thresher
Sementara itu Kehadiran anggota DPRD Magetan dari Fraksi Gerindra, Parni dan Putut, dalam seremoni tersebut menegaskan adanya sinergi legislatif dan eksekutif dalam mengawal aspirasi petani.
Dalam arahannya, Bunda Nanik memberikan pesan tajam terkait pemanfaatan alat. Ia menegaskan bahwa modernisasi tidak akan berarti tanpa implementasi nyata di lapangan.
"Saya instruksikan agar alat-alat ini benar-benar turun ke sawah. Jangan hanya disimpan atau jadi pajangan di gudang. Target kita adalah efisiensi kerja petani dan peningkatan hasil panen secara nyata," tegas Bunda Nanik.
Ia juga mewanti-wanti agar pengelolaan Alsintan dilakukan secara kolektif dan transparan. Musyawarah antaranggota kelompok tani adalah kunci agar bantuan ini tidak menimbulkan konflik, melainkan menjadi solusi bersama untuk menekan biaya produksi.
Tak hanya fokus pada proses tanam, Bunda Nanik juga meninjau Ruang Pasca Panen Generator Plasma Technology Ozon. Inovasi ini menjadi terobosan penting bagi petani Magetan untuk mengatasi persoalan klasik: komoditas yang cepat busuk.
Teknologi Ozon ini sendiri berfungsi mensterilkan produk dari bakteri dan residu pestisida, sehingga masa simpan (shelf life) produk hortikultura menjadi lebih lama tanpa mengurangi kesegarannya. Langkah ini diyakini mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani karena kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
