Iran Geram Usai Dubesnya Diusir Australia, Ancam Balas Tindakan Canberra
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
26 - Aug - 2025, 06:43
JATIMTIMES - Ketegangan diplomatik kembali mencuat di kancah internasional setelah pemerintah Australia secara resmi mengusir Duta Besar Iran beserta tiga pejabat kedutaannya dari Canberra. Langkah ini memicu kemarahan besar dari Teheran yang menilai keputusan tersebut tidak berdasar dan sarat kepentingan politik.
Pengusiran itu dilakukan setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menuding Iran berada di balik serangkaian serangan pembakaran antisemit yang terjadi di Sydney dan Melbourne pada 2024, yang dianggap sebagai upaya berbahaya untuk merusak kohesi sosial di Negeri Kanguru.
Baca Juga : 26 Agustus Memperingati Hari Apa? Ada HUT Pos Indonesia ke-279 hingga Hari Kesetaraan Perempuan
Iran Bantah Tuduhan dan Siap Balas
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan pihaknya menolak tuduhan tersebut. Ia menyebut pengusiran dubes Iran tidak memiliki dasar dan hanya dipengaruhi situasi politik dalam negeri Australia.
"Tuduhan yang telah dibuat itu sepenuhnya ditolak. Setiap tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan di tingkat diplomatik akan mendapat reaksi balasan,” ujar Baqaei dalam konferensi pers di Teheran, Selasa (26/8/2025).
Baqaei juga menilai keputusan Canberra dipengaruhi aksi protes terbaru terkait perang Israel–Gaza. Menurutnya, kebijakan itu lebih sebagai manuver politik Australia untuk meredam kritik terhadap sikapnya dalam konflik Timur Tengah.
Tuduhan dari Australia
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, sebelumnya menuduh Iran sebagai dalang serangan pembakaran kafe kosher di Bondi, Sydney pada Oktober 2024, serta Sinagoga Adass Israel di Melbourne pada Desember 2024.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Albanese menilai serangan itu merupakan ancaman serius terhadap keamanan nasional Australia.
“Ini adalah tindakan agresi yang berbahaya, didalangi negara asing di tanah Australia. Upaya ini jelas ingin merusak kohesi sosial dan menimbulkan perpecahan di masyarakat kita,” tegas Albanese.
Baca Juga : Tanggal Pernikahan Kim Jong Kook Bocor ke Publik, Acara Tetap Digelar Sederhana
Selain mengusir diplomat Iran, Australia juga menarik pulang duta besarnya di Teheran dan menutup sementara operasional kedutaan. Albanese memastikan seluruh diplomat Australia kini berada di negara ketiga dengan kondisi aman.
Tidak berhenti di situ, pemerintah Australia juga berencana menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Pengusiran duta besar ini dipandang sebagai salah satu krisis diplomatik terbesar dalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Iran sudah memberi sinyal keras akan melakukan tindakan balasan, meski belum dijelaskan bentuknya.
Kini, dunia menyoroti bagaimana langkah selanjutnya dari Teheran maupun Canberra, serta dampak yang mungkin terjadi pada stabilitas hubungan internasional di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
