Twitter Down Selama 2 Hari, Elon Musk Sebut Ada Serangan Siber
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
11 - Mar - 2025, 04:54
JATIMTIMES - Platform microblogging X atau yang dulu bernama Twitter, sempat mengalami gangguan sejak Senin (10/3/2025) sore. Pengguna mengalami kesulitan saat mengakses X via aplikasi maupun web.
Twitter down tampak berlanjut hingga Selasa (11/3/2025). Meski tak separah sebelumnya, namun pengguna tetap tidak leluasa untuk mengakses aplikasi X.
Baca Juga : Sunan Kudus dalam Perang Demak-Majapahit: Bertempur Melawan Mertua, Adipati Terung
Berdasarkan pantauan JatimTimes, aplikasi X bisa dibuka seperti biasa. Namun saat akan mencari trending topik hari ini, laman X tidak memberikan reaksi apapun. Lalu tak lama, halaman tersebut hanya menampilkan teks yang menyebut bahwa laman trending X tidak bisa diakses.
"Maaf, ada kesalahan teknis
Tenang-ini bukan kesalahan Anda.
Coba lagi," bunyi keterangan laman X.
Penyebab X Down
Pemilik X, Elon Musk, mengatakan bahwa penyebab utama Twitter down adalah adanya serangan siber masif. "(Masih) ada serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tetapi serangan ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Baik kelompok besar yang terkoordinasi dan/atau suatu negara terlibat," tulis Musk yang diunggah lewat akun pribadi X miliknya, @elonmuks, sesaat setelah platform pulih.
Sementara dalam sebuah wawancara dengan media televisi Fox Business Senin sore waktu setempat, Musk mengatakan timnya masih melakukan investigasi.
Baca Juga : Kabar Duka, Penyanyi Korea Wheesung Meninggal Dunia
"Kami tidak yakin apa yang terjadi, tetapi ada serangan siber besar-besaran untuk mencoba melumpuhkan sistem X dengan alamat IP yang berasal dari wilayah Ukraina," tuding Musk dalam program wawancara di Fox Business Network, dikutip lamam USA Today.
Tentu saja pernyataan Elon Musk ini mengundang banyak orang untuk mulai mengaitkan satu kejadian ke kejadian yang lain. Perlu diketahui, hubungan Amerika Serikat dan Ukraina sedang tidak baik-baik saja.
Pertemuan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (28/2/2025) tidak berakhir dengan baik. Trump menyebut jika Ukraina belum siap untuk melakukan perdamaian dalam kasus konflik negara itu dengan Rusia.
Ukraina sedang dalam status siaga karena invasi Rusia. Presiden Volodymyr Zelensky sendiri menyadari jika hubungan yang tidak baik dengan Amerika Serikat sebenarnya hanya akan merugikan negara itu karena tidak ada lagi yang membelanya dari Rusia.
