Dodol Buah Salak dari Jombang Cocok Buat Oleh-oleh Mudik Lebaran

Reporter

Adi Rosul

11 - Mar - 2025, 12:08

Dodol buah salak buatan sentra olahan salak Kanara di Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTimes)

JATIMTIMES - Momen Hari Raya Idul Fitri tidak lepas dari oleh-oleh yang biasa diberikan ke saudara ketika mudik lebaran. Nah, dodol buah salak dari Jombang ini bisa jadi pilihan buah tangan saat mudik nanti.

Berbeda dari dodol pada umumnya, dodol buatan Kuswartono, warga Desa Kedungrejo, Megaluh, Jombang ini murni dibuat dari daging buah salak. Buah salak sebagai bahan dasar dodol tersebut didapat dari kebun salak yang melimpah di desanya.

Baca Juga : Pastikan Bahan Pokok Terjangkau, Diskopindag Kota Malang Optimalkan Pasar Murah

Untuk membuat dodol salak, Kuswartono mencampur daging salak dengan tepung, mentega, santan, gula, air, dan rumput laut. Cita rasa khas buah salak inilah yang membuat rasa yang berbeda dari dodol pada umumnya. Sehingga cocok untuk oleh-oleh ketika mudik lebaran nanti.

"Dodol ini dari buah salak, jadi beda dengan dodol ketan. Tidak bikin ngilu dan mengandung banyak vitamin," ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (11/03/2025).

Khusus Ramadan ini, Kuswartono menghabiskan 2 ton buah salak untuk diolah menjadi berbagai jenis olahan. Seperti dodol salak, sirup salak, keripik salak, nastar salak, stik salak, teh dan kopi salak.

Menurutnya, permintaan dodol buah salak kali ini mengalami peningkatan. Karena itu, ia menyediakan 2.000-3.000 kotak khusus lebaran kali ini. Harga 1 bungkus dodol salak berisi 12 biji dibandrol Rp 17.000.

"Kalau dodol omzetnya Rp 15 juta di momen lebaran. Kalau hari biasa turun menjadi Rp 10-12 juta," kata Kuswartono.

Dodol buah salak ini dijual Kuswartono di sentra olahan buah salak Kunara miliknya di Desa Kedungrejo, Megaluh, Jombang. Pelanggannya banyak datang dari dalam maupun luar Jombang seperti Kediri, Mojokerto dan Surabaya. Bahkan ada pesanan dari luar negeri seperti Malaysia.

Selain dodol salak, berbagai olahan salak juga tersedia di toko tersebut. Antara lain, keripik buah salak Rp 17.000, pleret buah salak Rp 10.000, stik buah salak Rp 10.000, teh buah salak Rp 10.000, kopi biji buah salak Rp 10.000, dan sirup buah salak Rp Rp 20.000/botol.

Baca Juga : Rekomendasi Bahan Hijab Adem dan Gampang Diatur, Cocok untuk Lebaran

"Kalau lebaran ini biasanya tembus omzet sekitar Rp 200 juta all varian," ungkapnya.

Miftahul Janah (36), warga Kecamatan Sooko, Mojokerto jauh-jauh ke Jombang hanya untuk membeli dodol salak. Ia memilih dodol salak untuk oleh-oleh lebaran karena punya ciri khas sendiri.

Untuk persiapan lebaran, ia membeli 50 kotak. Nantinya akan diberikan kepada saudara yang datang ketika lebaran.

"Ini untuk oleh-oleh, barang kali ada saudara datang jadi bisa buat buah tangan. Kalau di Mojokerto ada onde-onde, lah ini ada dodol salak dari Jombang," pungkasnya.(*)