Gerhana Bulan Sebagian Muncul di Akhir Agustus, Ini Jadwal dan Wilayah yang Bisa Melihat

Reporter

Binti Nikmatur

23 - Aug - 2026, 11:12

Ilustrasi gerhana bulan sebagian. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit pada akhir Agustus 2026. Fenomena astronomi ini berlangsung pada 27-28 Agustus 2026 dan dapat diamati dari sejumlah wilayah di dunia.

Gerhana Bulan sebagian terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan dalam fase purnama. Namun, posisi ketiganya tidak sepenuhnya berada dalam satu garis lurus. Kondisi tersebut membuat hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam bayangan utama atau umbra Bumi. 

Baca Juga : BEN Carnival 2026 Usung Nusantara Retrofuturism, Wali Kota Mas Ibin Perkuat Blitar sebagai Kota Budaya

Pada fenomena kali ini, sekitar 96% bagian Bulan yang terlihat dari Bumi akan tertutup bayangan Bumi.
Jadwal Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026

Mengutip Time and Date via Space, rangkaian gerhana dimulai ketika umbra Bumi mulai menyentuh permukaan Bulan.

Berikut jadwalnya:
• Umbra mulai memasuki Bulan: 28 Agustus 2026 pukul 09.33 WIB
• Puncak gerhana: 28 Agustus 2026 pukul 11.12 WIB
• Wilayah yang dapat mengamati: sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa
• Indonesia: tidak dapat mengamati fenomena ini

Pada saat mencapai puncak, hampir seluruh permukaan Bulan akan berada di dalam bayangan Bumi. Hanya sebagian kecil permukaan Bulan yang masih menerima cahaya Matahari secara langsung.

Selama gerhana berlangsung, bagian Bulan yang berada dalam bayangan Bumi berpotensi terlihat berwarna kemerahan hingga jingga.

Warna tersebut terjadi karena cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi. Cahaya kemudian mengalami pembelokan dan sebagian diteruskan menuju permukaan Bulan.

Fenomena inilah yang juga menyebabkan Bulan dapat terlihat merah saat terjadi gerhana Bulan total. Kondisi tersebut kerap dikenal dengan istilah Blood Moon.

Meski waktu terjadinya gerhana secara astronomis sama, jam lokal pengamatan dapat berbeda tergantung posisi wilayah pengamat di Bumi.

Baca Juga : BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Penampilan Bawa Budaya Nusantara ke Kota Blitar

Di California, Amerika Serikat, misalnya, puncak gerhana berlangsung tidak lama setelah tengah malam pada 27-28 Agustus.

Sementara itu, masyarakat di Inggris dapat menyaksikan fase maksimum menjelang Matahari terbit pada 28 Agustus. Saat itu, posisi Bulan berada cukup rendah di bagian barat daya langit.

Berbeda dengan gerhana Matahari, masyarakat tidak membutuhkan perlindungan mata khusus untuk menyaksikan gerhana Bulan.

Gerhana Bulan dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang tanpa risiko kerusakan mata akibat paparan cahaya Matahari.

Namun, penggunaan binokular atau teleskop dapat membuat pengamatan lebih menarik. Peralatan tersebut membantu melihat dengan lebih jelas bagaimana bayangan Bumi secara perlahan menutupi permukaan Bulan.

Sayangnya, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana Bulan sebagian tersebut. Sebab posisi Bulan berada di bawah horizon ketika fase-fase utama gerhana berlangsung.