5 Teh Herbal yang Terbukti Ilmiah Membantu Menurunkan Berat Badan, Cocok Jadi Pendamping Diet

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

29 - Jun - 2026, 09:41

Teh hijau. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Menjalani program diet tidak hanya bergantung pada pengaturan pola makan dan olahraga. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis teh herbal juga dapat membantu proses penurunan berat badan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Kandungan senyawa aktif seperti polifenol, katekin, hingga antioksidan di dalam beberapa jenis teh diketahui dapat membantu meningkatkan metabolisme, mempercepat pembakaran lemak, dan mendukung pengelolaan berat badan.

Baca Juga : Kalender Jawa Senin Pahing 29 Juni 2026: Hindari Pindah Rumah Hari Ini

Dilansir dari Eat This, Not That, berikut lima jenis teh yang memiliki bukti ilmiah dalam membantu program penurunan berat badan.

1. Teh Hijau

Teh hijau menjadi salah satu minuman yang paling sering dikaitkan dengan program penurunan berat badan. Minuman ini kaya akan polifenol, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yaitu jenis katekin yang diyakini mampu meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membakar lemak lebih efektif.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2022 menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi teh hijau memiliki risiko obesitas 44 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Sementara itu, studi dalam jurnal Physiology & Behavior tahun 2008 juga menunjukkan bahwa peserta obesitas yang rutin minum teh hijau mengalami penurunan berat badan lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.

2. Teh Oolong

Teh oolong berasal dari tanaman yang sama dengan teh hijau dan teh hitam, yakni Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses oksidasi yang dilakukan sebagian sehingga menghasilkan karakter rasa dan kandungan senyawa yang berbeda.

Berbagai penelitian menyebutkan teh oolong mengandung polifenol yang dapat membantu mempercepat metabolisme sekaligus mengurangi penumpukan lemak, terutama lemak visceral.

Penelitian pada hewan yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa polifenol pada teh hijau, teh hitam, dan teh oolong sama-sama berpotensi mengurangi jaringan lemak visceral.

Selain itu, studi dari Universitas Tsukuba pada 2020 menemukan bahwa konsumsi teh oolong mampu meningkatkan proses pembakaran lemak hingga sekitar 20 persen dan efek tersebut tetap berlangsung saat partisipan tidur.

3. Teh Hitam

Teh hitam juga masuk dalam daftar minuman yang berpotensi mendukung penurunan berat badan. Jenis teh ini banyak ditemukan dalam berbagai minuman seperti chai, English breakfast tea, maupun Earl Grey.

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Molecules pada 2016 menyebutkan bahwa polifenol dalam teh hitam memiliki efek antiobesitas dan berpotensi membantu mengurangi berat badan serta lemak visceral.

Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian dalam jurnal Food & Function tahun 2014. Peserta yang mengonsumsi tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak minum teh.

Baca Juga : Banyak Orang Tak Sadar, 7 Barang di Rumah Ini Disebut Bisa Menghambat Rezeki Menurut Feng Shui

4. Teh Putih

Teh putih dikenal sebagai jenis teh yang mengalami proses pengolahan paling minimal sehingga kandungan antioksidannya tetap terjaga.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teh putih dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mempercepat oksidasi lemak, sehingga berpotensi mendukung pengelolaan berat badan.

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Food Safety & Health pada 2023 juga menyimpulkan bahwa teh putih memberikan manfaat positif terhadap penurunan berat badan, terutama dalam mengurangi lemak visceral.

5. Teh Pu-erh

Teh pu-erh juga dibuat dari tanaman Camellia sinensis, namun melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan cita rasa dan karakteristik yang berbeda dari jenis teh lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh pu-erh dapat membantu mengurangi berat badan serta kadar lemak tubuh.

Studi yang dipublikasikan dalam Phytotherapy Research pada 2014 menemukan bahwa pria dengan sindrom metabolik yang rutin mengonsumsi teh pu-erh mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh.

Penelitian lain yang dimuat dalam Nutrition Research juga melaporkan bahwa ekstrak teh pu-erh mampu membantu menurunkan berat badan, BMI, serta lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

Meski berbagai penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, konsumsi teh saja bukanlah cara instan untuk menurunkan berat badan. Hasil terbaik tetap diperoleh apabila dibarengi dengan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang cukup, serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.