Temuan Langka di Singosari: Batu Batolit dan Watu Dakon Berpotensi Ungkap Sejarah Kuno Malang

09 - Jun - 2026, 06:00

Penemuan batu Batolit yang diduga Watu Dakon. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Sebuah temuan menarik ditemukan di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang mengungkap adanya batu berukuran besar yang diduga merupakan batu batolit serta batu bercupang atau bercekungan yang dikenal masyarakat sebagai Watu Dakon.

Temuan ini dinilai memiliki potensi penting dari sisi geologi, sejarah, hingga budaya. Karena itu, diperlukan kajian ilmiah lebih lanjut untuk memastikan asal-usul dan nilai penting dari kedua objek tersebut.

Penemuan batu Batolit dan Batu yang Diduga Watu Dakon di Desa Watugede. (Foto: istimewa)

Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, batu berukuran besar tersebut diduga merupakan batu batolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari aktivitas vulkanik purba. Keberadaannya diperkirakan berkaitan dengan aktivitas Gunung Sang Hyang Kemukus atau yang juga dikenal sebagai Arjuna Purba pada masa lampau.

Baca Juga : Meneliti Batuan Tertua Pulau Jawa, Mahasiswa Unikama Jalani Misi Riset di Karangsambung

Selain batu batolit, ditemukan pula batu dengan sejumlah cekungan yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Watu Dakon. Batu jenis ini kerap dikaitkan dengan aktivitas budaya, tradisi, maupun jejak kehidupan masyarakat pada masa lalu. Namun demikian, fungsi dan sejarah pastinya masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

Penemuan batu Batolit dan Batu yang Diduga Watu Dakon di Desa Watugede. (Foto: istimewa)

Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Yossy Indra Hardyanto, S.I.Kom., atau yang akrab disapa Cak Yossi, mengatakan bahwa identifikasi terhadap temuan tersebut saat ini masih bersifat dugaan awal dan belum dapat disimpulkan secara pasti.

"Temuan ini menarik untuk diteliti karena dapat memberikan informasi mengenai sejarah geologi maupun budaya di kawasan Singosari. Namun, untuk memastikan asal-usul, fungsi, usia, dan keterkaitannya dengan peradaban masa lalu, diperlukan penelitian lebih mendalam oleh ahli yang berkompeten agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis," ujar Cak Yossi.

Menurutnya, penelitian lanjutan sangat penting untuk mengungkap apakah batu-batu tersebut memiliki keterkaitan dengan perkembangan peradaban kuno di wilayah Malang maupun proses geologi yang terjadi ribuan hingga jutaan tahun lalu.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menilai hasil kajian ilmiah nantinya dapat menjadi dasar penting dalam upaya pelestarian situs, pengembangan edukasi sejarah dan geologi, serta pemanfaatan potensi warisan budaya daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga : BPK Temukan Proyek Molor hingga Kelebihan Bayar, Gubernur Khofifah: Ini Jadi Atensi Serius

Keberadaan batu batolit dan Watu Dakon di Desa Watugede juga berpotensi menambah kekayaan data mengenai sejarah kawasan Singosari yang selama ini dikenal memiliki jejak peradaban penting sejak masa Kerajaan Singhasari.

Penemuan batu Batolit dan Batu yang Diduga Watu Dakon di Desa Watugede. (Foto: istimewa)

Karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut menjaga kondisi lokasi temuan. Warga diminta tidak memindahkan, merusak, ataupun mengubah bentuk objek yang ditemukan hingga penelitian resmi dilakukan oleh para ahli.

Dengan adanya kajian yang komprehensif, temuan di Desa Watugede ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai sejarah geologi dan budaya Kabupaten Malang sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan yang dimiliki daerah tersebut.