Singo Edan Gagal Menang di Kanjuruhan, Penalti Kontroversial Buyarkan Kemenangan Arema

Reporter

Hendra Saputra

03 - Apr - 2026, 07:10

Momen pertandingan Arema FC menghadapi Malut United. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Arema FC harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Malut United dengan skor 1-1 dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026). Sempat unggul lebih dulu, Singo Edan gagal mengamankan kemenangan usai tim tamu menyamakan skor lewat penalti yang memicu sorotan.

Sejak awal pertandingan, Malut United tampil percaya diri dengan penguasaan bola yang rapi. Skema umpan cepat dan pergerakan tanpa bola membuat Arema kesulitan mengembangkan permainan.

Baca Juga : Kanjuruhan Kembali Berdenyut, Arema Jamu Persebaya dalam Laga Sarat Luka dan Kenangan

Bahkan, tim tamu sempat mencetak gol lebih dulu melalui situasi yang berawal dari kesalahan lini belakang Arema. Namun, gol tersebut dianulir setelah David da Silva dinilai melakukan pelanggaran terhadap Anwar Rifai usai ditinjau melalui VAR.

Tekanan tinggi yang diterapkan Malut United membuat Arema lebih banyak mengandalkan serangan balik. Kecepatan Gabriel Silva dan Salim Tuharea di sisi sayap menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-26 melalui skema bola mati. Tendangan Gustavo Franca gagal diantisipasi bek Malut United Igor Inocencio dan berujung gol bunuh diri yang membawa Arema unggul 1-0.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Malut United mendapat hadiah penalti pada menit ke-41 yang berhasil dikonversi David da Silva menjadi gol penyeimbang. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih hati-hati. Kedua tim tampil disiplin di lini belakang sehingga peluang berbahaya relatif minim.

Tempo sempat meningkat memasuki menit ke-60, namun buruknya penyelesaian akhir membuat serangan kedua tim kerap terhenti sebelum mengancam gawang.

Malut United nyaris berbalik unggul pada menit ke-70. Beruntung bagi Arema, kiper Lucas Frigeri tampil sigap dengan menggagalkan sepakan jarak jauh Yance Sayuri.

Arema juga memiliki peluang emas pada menit ke-81 melalui tendangan mendatar Gustavo Franca. Namun upaya tersebut masih mampu diamankan kiper Malut United Angga Saputro. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1.

Baca Juga : 101 Ucapan Selamat Jumat Agung dan Paskah 2026, Lengkap dengan Bahasa Inggris

Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui laga berjalan sulit, terlebih timnya tidak tampil dengan kekuatan penuh. “Pertandingan sulit, Malut tim yang punya kualitas, mereka posisi empat. Kami juga kehilangan lima sampai enam pemain, tapi saya senang semua pemain bekerja keras,” ujarnya.

Meski demikian, Marcos menilai timnya layak meraih kemenangan. Ia juga menyoroti keputusan penalti untuk Malut United yang dianggapnya kontroversial.

“Itu bukan penalti. Tapi kami semua manusia, wasit juga bisa salah. Mungkin karena sebelumnya ada gol yang dianulir, jadi seperti ada kompensasi. Tapi kami harus fokus ke depan,” tambahnya.

Senada dengan sang pelatih, bek Arema FC Anwar Rifai menyebut hasil imbang ini tetap patut disyukuri di tengah kondisi tim yang tidak ideal. “Pertandingan sulit, tapi kami bersyukur masih bisa dapat satu poin. Memang bukan hasil yang kami inginkan, apalagi banyak pemain kami absen sementara mereka full tim,” ujarnya.

Hasil ini membuat Arema FC gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri, sekaligus menambah catatan laga yang belum sepenuhnya berpihak bagi Singo Edan di tengah upaya bangkit di kompetisi musim ini.