Tips Mengelola THR agar Tak Cepat Habis, Pakai Rumus 50-30-20
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
18 - Mar - 2026, 01:36
JATIMTIMES - Menjelang Lebaran, banyak pekerja telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja keperluan hari raya, biaya mudik, hingga berbagi dengan keluarga.
Namun tanpa pengaturan yang jelas, uang THR sering kali habis dalam waktu singkat. Karena itu, pengelolaan yang tepat dinilai penting agar kebutuhan Lebaran terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah hari raya berlalu.
Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal
Salah satu cara mengatur uang THR sederhana yang bisa diterapkan adalah menggunakan rumus 50-30-20, metode pengelolaan keuangan yang membagi pendapatan ke dalam tiga kelompok utama pengeluaran.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan, melainkan dipandang sebagai rezeki yang perlu diatur dengan tujuan yang jelas.
“THR sebaiknya kita maknai sebagai rezeki yang dititipkan, sehingga perlu dikelola dengan tujuan yang jelas. Setidaknya ada empat hal yang bisa menjadi prioritas, yakni ibadah seperti zakat dan berbagi, kebutuhan Lebaran, kebutuhan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta proteksi keluarga,” ujar Vivin dikutip dari keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, perencanaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan mengumpulkan uang, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap aset yang sudah dimiliki.
“Perencanaan keuangan bukan hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi apa yang sudah kita kumpulkan. Jika pencari nafkah tiba-tiba tidak dapat bekerja, tabungan bisa cepat terkuras. Karena itu, mengalokasikan sebagian THR untuk perlindungan keluarga adalah bentuk tanggung jawab dan ikhtiar kita untuk menjaga dari risiko,” kata Vivin.
Ia menambahkan, perayaan Lebaran sebaiknya tetap diimbangi dengan pengelolaan finansial yang bijak agar kondisi keuangan keluarga tetap stabil setelah hari raya.
Salah satu pendekatan sederhana yang banyak digunakan dalam perencanaan keuangan adalah metode 50-30-20.
Konsep ini dipopulerkan oleh ekonom sekaligus Senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren, bersama putrinya Amelia Warren Tyagi melalui buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.
Dalam metode ini, pendapatan dibagi menjadi tiga kelompok besar agar pengeluaran lebih terkontrol dan seimbang.
Dikutip dari Forbes, pembagian tersebut terdiri dari:
• 50 persen untuk kebutuhan utama (needs) seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, utilitas, hingga pembayaran minimum utang.
• 30 persen untuk keinginan (wants) seperti hiburan, makan di luar, atau kegiatan rekreasi.
• 20 persen untuk tabungan dan investasi, termasuk dana darurat maupun pelunasan utang lebih cepat.
Menurut Investopedia, metode ini dianggap sebagai cara yang intuitif untuk membagi pendapatan sehingga seseorang dapat menyusun anggaran yang realistis dan mudah dijalankan dalam jangka panjang.
Dalam konteks pengelolaan THR, prinsip pembagian ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan Lebaran.
Sebagian dana, sekitar 50 persen, dapat dialokasikan untuk kebutuhan hari raya, termasuk zakat, sedekah, mudik, serta berbagai pengeluaran selama perayaan.
Kemudian 30 persen bisa dimanfaatkan untuk tabungan atau investasi sebagai bekal masa depan. Sementara 20 persen sisanya dapat disiapkan untuk perlindungan finansial seperti dana darurat atau asuransi keluarga.
Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
Menurut Vivin, pembagian tersebut tidak bersifat kaku dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu maupun keluarga.
“Pengaturan ini bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, namun prinsip utamanya tetap sama, yakni menikmati momen saat ini tanpa melupakan pentingnya mengamankan masa depan,” ujarnya.
Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kondisi finansial. Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas pengeluaran, dana THR dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tabungan atau menambah dana darurat keluarga.
Sejumlah pakar keuangan menilai metode 50-30-20 cukup efektif sebagai langkah awal bagi masyarakat yang baru mulai menyusun anggaran keuangan. Kerangkanya sederhana dan tidak membutuhkan pencatatan yang rumit.
Perencana keuangan bersertifikat (CFP) Chloe Moore menilai metode tersebut memberikan panduan praktis bagi masyarakat yang merasa kesulitan membuat anggaran secara detail. "Strategi ini memberikan panduan yang relatif mudah," kata Moore, dikutip dari Bankrate.
Metode ini juga membantu seseorang menilai apakah pengeluaran dan tabungan sudah seimbang, sekaligus mendorong disiplin dalam menyisihkan uang untuk masa depan.
Sementara itu, analis keuangan utama Bankrate Greg McBride menyarankan agar masyarakat memberi prioritas pada komponen tabungan, misalnya dengan mengotomatiskan setoran dana pensiun atau dana darurat.
Kebiasaan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan porsi tabungan seiring waktu, terutama ketika pendapatan bertambah atau utang mulai berkurang.
Bagi masyarakat yang sudah mulai merencanakan keuangan jangka panjang, sebagian THR juga bisa dialokasikan untuk investasi.
Langkah ini tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Menurut Vivin, yang terpenting adalah memulai secara bertahap dan konsisten agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, tradisi berbagi saat Lebaran juga tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan THR. Menyisihkan dana untuk zakat dan sedekah dinilai dapat memberi makna lebih dalam pada perayaan hari raya.
