Pertumbuhan Ekonomi Kota Batu Mengalami Pelambatan di Tahun 2025, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
16 - Mar - 2026, 03:40
JATIMTIMES – Perekonomian Kota Batu pada tahun 2025 mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 4,85 persen. Meski angka ini menunjukkan tren positif, namun jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang menyentuh 5,04 persen, terjadi sedikit pelambatan dalam laju pertumbuhan ekonomi di kota wisata unggulan Jatim ini.
Menariknya, di balik dinamika angka tersebut, sektor konsumsi rumah tangga tetap kokoh menjadi penopang utama atau tulang punggung struktur ekonomi Kota Batu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga mendominasi struktur PDRB dengan kontribusi mencapai 66,26 persen.
Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal
Dominasi yang sangat besar ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga lokal masih menjadi motor penggerak paling vital. Peran konsumsi rumah tangga ini jauh melampaui komponen lain, seperti Pembentukan Modal Tetap Bruto (investasi) yang berada di angka 30,47 persen.
Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo dalam laporannya menyebutkan bahwa secara nilai, PDRB Kota Batu atas dasar harga berlaku tahun 2025 telah mencapai Rp 23,68 triliun. Sementara itu, jika dilihat dari harga konstan 2010, nilainya berada di angka Rp 14,25 triliun.
Meskipun konsumsi rumah tangga menjadi penguasa struktur ekonomi, komponen ini sebenarnya juga mengalami pelambatan laju pertumbuhan.
"Pada tahun 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,50 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu tumbuh di angka 5,13 persen," jelasnya.
Selain dari sisi pengeluaran, struktur ekonomi dari sisi lapangan usaha juga memperlihatkan pola yang selaras. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang kontribusi terbesar yakni 18,69 persen. Sektor ini sangat berkaitan erat dengan daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat di lapangan.
Di sisi lain, tren menarik terlihat pada sektor Jasa Lainnya yang kontribusinya terus merangkak naik dalam tiga tahun terakhir hingga mencapai 16,68 persen pada 2025. Hal ini menandakan adanya pergeseran atau penguatan pada jenis-jenis jasa baru yang mulai diminati oleh masyarakat maupun wisatawan di Kota Batu.
Baca Juga : Wali Kota Blitar dan Forkopimda Turun ke Pasar, Pastikan Stok Sembako Aman dan Harga Terkendali
Namun, sektor Pertambangan dan Penggalian jadi perhatian. Pasalnya, sektor ini menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif sebesar 4,41 persen di tengah tumbuhnya sektor-sektor lain.
Secara regional, pertumbuhan ekonomi Kota Batu sebesar 4,85 persen ini masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan Provinsi Jawa Timur yang mencapai 5,33 persen. Meski begitu Herlina tetap optimis berbagai tantangan bagi pemangku kebijakan mampu dilalui, untuk kembali mengakselerasi sektor-sektor produktif agar pelambatan tidak berlanjut di tahun mendatang.
"Pertumbuhan pada sejumlah sektor seperti industri pengolahan, transportasi, hingga jasa menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Batu terus berkembang dan semakin beragam," jelasnya.
