Pendakian Gunung Panderman dan Bokong Ditutup Selama Ramadan, Pengelola Fokus Perbaikan Jalur dan Penghijauan

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

18 - Feb - 2026, 02:45

Informasi resmi penutupan pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong sejak 16 Februari 2026.(Foto: Dokumen LMDH Wana Tani)

JATIMTIMES – Para pendaki dan pencinta alam yang berencana menaklukkan puncak Gunung Panderman serta Gunung Bokong harus menahan diri sejenak. Mulai Selasa 16 Februari 2026, jalur pendakian melalui Pos Panderman resmi ditutup total bagi seluruh aktivitas pendakian.

Langkah penutupan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan pengelola setiap memasuki bulan suci Ramadan. Sehari sebelum penutupan atau pada 15 Februari, pengelola sempat memberlakukan sistem pendakian "tektok" atau perjalanan pulang-pergi tanpa bermalam.

Baca Juga : Paint Festival Graha Bangunan Blitar, Diskon Cat TOA hingga 17 Persen Dorong Tren Renovasi Awal Tahun

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani, Ahmad Syarifudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menghormati suasana ibadah bagi umat muslim. Selain itu, masa jeda ini menjadi waktu krusial bagi alam untuk memulihkan diri. "Alasan utama penutupan ini tentu untuk menghormati bulan suci Ramadan. Namun di sisi lain, kami juga ingin memberikan ruang agar ekosistem hutan bisa beristirahat tanpa adanya gangguan aktivitas manusia," ujarnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Selama jalur ditutup, pihak LMDH bersama Perhutani tidak lantas berdiam diri. Sejumlah agenda pemeliharaan telah disiapkan, mulai dari perbaikan jalur pendakian yang rusak hingga upaya konservasi di kawasan hutan.

Fokus utama pengelola selama masa tenang ini adalah melakukan penghijauan kembali. "Selain melakukan perbaikan pada jalur-jalur yang sulit, kami juga akan melaksanakan agenda penanaman pohon di beberapa titik kawasan pendakian," tambah pria yang disapa Udin itu.

Sebelumnya, jalur Panderman dan Gunung Bokong sempat dibuka kembali pada akhir Januari lalu setelah diterjang cuaca ekstrem. Namun, berbeda dengan dua gunung tersebut, jalur pendakian Gunung Butak hingga saat ini masih dinyatakan tertutup total sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga : Salat Tarawih Bolehkah Dikerjakan Sendiri di Rumah? Ini Niat dan Tata Caranya

Kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Kota Batu menjadi alasan utama mengapa Gunung Butak belum kunjung dibuka. Pengelola berharap, dengan adanya penutupan sementara ini, kondisi hutan akan kembali prima dan siap menyambut pendaki dengan wajah yang lebih asri usai Lebaran nanti.