Sasa DPRD Jatim Ajak Pemuda Kawal Kebijakan, Soroti Peran Strategis Pemilih Muda
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
16 - Feb - 2026, 07:34
JATIMTIMES — Pemilih usia muda kini menjadi kelompok dominan dalam struktur demografi politik di Jawa Timur (Jatim). Dengan proporsi yang mencapai hampir separuh dari total pemilih pada sejumlah pemilu terakhir, suara generasi muda dinilai semakin menentukan arah kebijakan daerah.
Kondisi tersebut membuat keterlibatan pemuda dalam proses legislasi dan pengambilan keputusan tidak lagi bersifat simbolik, melainkan strategis. Aspirasi mereka dinilai harus masuk dalam pembahasan regulasi dan penganggaran di tingkat provinsi.
Baca Juga : Tuai Sorotan Usai Pengakuan dr. Piprim Dipecat Menkes, Apa Itu Kolegium dan Apa Fungsinya?
Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Verawati Ningsih atau yang kerap disebut Diana AV Sasa menekankan pentingnya peran tersebut saat menggelar reses yang dikemas melalui dialog dengan pemuda dan pemudi Kabupaten Magetan belum lama ini.
Forum dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan, komunitas, serta elemen mahasiswa. Diskusi mengangkat isu-isu strategis yang menyentuh generasi muda, mulai dari kesempatan kerja, kewirausahaan, akses pendidikan, hingga partisipasi dalam proses politik dan legislasi.
“Pemuda harus berani menyuarakan aspirasi. Politik bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, karena setiap kebijakan yang diambil pemerintah berdampak langsung pada masa depan generasi muda,” ujar Sasa, sapaan akrabnya.
Ia juga mengajak peserta meningkatkan literasi politik serta memahami mekanisme kerja DPRD agar aspirasi tidak berhenti pada forum dialog.
“Melek politik itu penting. Bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam mengawal kebijakan. Saya membuka ruang komunikasi agar gagasan dan kebutuhan teman-teman muda Magetan bisa diperjuangkan di tingkat provinsi,” tambahnya.
Dalam dialog tersebut, peserta menyampaikan dorongan peningkatan program pemberdayaan pemuda, pelatihan keterampilan kerja, dukungan terhadap komunitas kreatif, serta penguatan ruang partisipasi publik.
Baca Juga : DPRD Kota Malang Kaji Ulang Regulasi Reklame, Siapkan Skema Digital dan Perda Ducting
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi representasi anggota DPRD Jawa Timur dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi konstituen di daerah pemilihan, dengan fokus pada generasi muda sebagai aktor kunci pembangunan daerah.
Meski demikian, tantangan yang kerap muncul adalah bagaimana memastikan partisipasi pemuda tidak berhenti pada momentum elektoral atau forum dialog sesaat, tetapi berlanjut pada pengawalan kebijakan secara konsisten.
Dalam konteks itu, efektivitas komunikasi antara wakil rakyat dan generasi muda akan menjadi penentu apakah dominasi demografis pemilih muda benar-benar berbanding lurus dengan pengaruhnya dalam kebijakan publik.
