Target Beroperasi 2026, Pemkot Siapkan 80 Angkot Gratis Antar-Jemput Pelajar Kota Malang
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Feb - 2026, 07:04
JATIMTIMES - Kabar gembira untuk pelajar dan orang tua di Kota Malang. Dalam waktu dekat, siswa bisa berangkat dan pulang sekolah tanpa perlu merogoh uang saku untuk ongkos angkot. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan program angkot gratis bagi pelajar siap digeber tahun ini, tinggal menunggu ketok palu regulasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa draf Peraturan Wali Kota (Perwal) sudah hampir rampung. Saat ini tinggal finalisasi teknis sebelum resmi dijalankan.
“Anggarannya sudah siap. Tinggal penguatan di landasan hukumnya karena ini program jangka panjang,” ujarnya.
Skema yang disiapkan bukan sekadar subsidi biasa. Pemkot akan menggunakan pola Buy The Service (BTS), di mana pemerintah membeli layanan angkutan dari sopir yang tergabung dalam koperasi. Artinya, sopir tetap mendapatkan kepastian pendapatan, sementara pelajar menikmati layanan gratis.
“Modelnya Buy The Service. Sopir bergabung dalam koperasi, lalu pemerintah membeli layanannya,” jelasnya.
Tak hanya soal gratis, aturan teknis juga dirancang detail. Mulai dari jam operasional khusus antar-jemput siswa hingga kewajiban layanan yang harus dipenuhi. Setelah menuntaskan layanan pelajar, armada bisa kembali beroperasi seperti biasa melayani masyarakat umum.
Dishub juga tengah memetakan ulang trayek. Jalur lama tetap dimanfaatkan, namun akan ada tambahan sekitar dua rute baru untuk memastikan sekolah-sekolah yang belum terjangkau bisa ikut terlayani. Targetnya, tak ada lagi siswa yang kesulitan akses transportasi.
Sekitar 80 unit angkot disiapkan pada tahap awal. Jumlah tersebut masih bisa bertambah menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono Soroti Pelaksanaan SPMB SMA di Surabaya
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pembahasan Perwal dilakukan secara intensif bersama paguyuban angkot agar pelaksanaannya matang dan minim kendala.
“Kita evaluasi betul supaya tidak ada masalah di lapangan. Tata cara, jenis layanan, sampai jumlah armada kita pastikan siap,” tegasnya.
Ia menargetkan program ini sudah bisa berjalan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Dengan begitu, pelajar di Kota Malang bisa merasakan langsung manfaatnya sejak awal semester.
Jika terealisasi sesuai target, program ini bukan hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi langkah konkret mendorong transportasi publik yang lebih tertib dan terintegrasi di Kota Malang.
