DLH Kota Blitar Pindahkan Satwa Taman Kebon Rojo ke Ecopark Joko Pangon
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
13 - Dec - 2024, 11:17
JATIMTIMES- Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memindahkan sejumlah satwa dari Taman Kebon Rojo ke destinasi wisata baru, Ecopark Joko Pangon di Kelurahan Gedog. Langkah ini dilakukan untuk mendukung konsep wisata berbasis konservasi satwa dan pelestarian lingkungan yang kini tengah dikembangkan oleh Pemkot Blitar.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati, mengatakan pemindahan satwa ini merupakan bagian dari strategi mengenalkan Ecopark Joko Pangon sebagai salah satu destinasi wisata edukasi baru.
Baca Juga : Desakan PSU Mencuat, Warga Kota Blitar: Legowo Saja, Jangan Buang-Buang Energi
“Rencana ini bukan sekadar pemindahan, tetapi upaya kami untuk mendukung pembangunan Ecopark Joko Pangon sebagai tempat konservasi satwa dan lingkungan,” ujar Jajuk pada Kamis, 12 Desember 2024.
Menurut Jajuk, satwa yang akan dipindahkan antara lain rusa, burung unta, merak, dan beberapa hewan lain yang berstatus dilindungi. Ia menegaskan bahwa DLH ingin memastikan upaya ini memberikan manfaat tidak hanya bagi satwa, tetapi juga lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Konservasi ini akan menyediakan ruang lebih luas bagi satwa agar mereka bisa hidup lebih nyaman dan berkembang biak,” tambahnya.
Ecopark Joko Pangon dirancang untuk memberikan ruang terbuka hijau yang lebih memadai. Berbeda dengan Taman Kebon Rojo yang memiliki area terbatas, lokasi baru ini menawarkan ekosistem yang lebih ideal bagi satwa. Dengan suasana alami, satwa-satwa tersebut diharapkan dapat berkembang lebih sehat sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin belajar tentang konservasi lingkungan.
Pembangunan Ecopark Joko Pangon sendiri sudah dimulai dengan pengerjaan tahap pertama yang dipastikan selesai akhir Desember mendatang. Menurut Jajuk, proyek ini akan menjadi percontohan destinasi wisata edukasi yang menggabungkan konservasi, lingkungan, dan rekreasi.
“Kami ingin masyarakat mengenal dan belajar tentang keberagaman satwa serta pentingnya menjaga lingkungan. Ini juga upaya edukasi yang mengena,” jelasnya.
Baca Juga : Sempat Ada Saling Ejek di Laga Arema FC vs Persis Solo, Suporter Dikawal Hingga Perbatasan
Pengembangan wisata berbasis konservasi seperti Ecopark Joko Pangon dinilai menjadi solusi bagi tantangan ruang hidup satwa di perkotaan. Dengan area yang lebih luas dan hijau, kondisi lingkungan di Ecopark diperkirakan akan lebih mendukung keberlangsungan hidup satwa-satwa yang dipindahkan. Konsep ini juga selaras dengan semangat Kota Blitar untuk mengembangkan ruang terbuka hijau yang ramah lingkungan.
Lebih lanjut, pembangunan Ecopark Joko Pangon diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan konsep edukasi dan konservasi yang diusung, Ecopark ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi tetapi juga wahana belajar bagi anak-anak sekolah dan masyarakat umum.
DLH Kota Blitar memastikan seluruh proses pemindahan satwa akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesejahteraan satwa. Jajuk menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan tenaga ahli dan pihak terkait agar proses pemindahan berjalan aman dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi satwa.
“Proses ini membutuhkan perhatian khusus. Kami akan memastikan seluruh satwa dipindahkan dengan aman, agar mereka bisa segera beradaptasi dengan lingkungan baru,” pungkas Jajuk.
