Istri dan Anak Nabi pun Tak Luput dari Azab Pedih
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
06 - Feb - 2024, 04:43
JATIMTIMES - Azab Allah SWT tak pandang bulu. Setiap umat yang mendurhakai-Nya akan mendapatkan azab pedih, tak terkecuali untuk istri nabi.
Dalam kisah, ada istri nabi yang diazab oleh Allah SWT karena durhaka kepada - Nya dan kepada suaminya. Ia adalah istri dari Nabi Nuh AS dan istri Nabi Luth AS. Hal inipun telah dijelaskan dalam Al-Qur'an.
Baca Juga : Tumbuhkan Harapan Baru 2024 Yatim Mandiri Fokus Pemberdayaan dan Peningkatan
"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur, yaitu istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah (tanggung jawab) dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu keduanya berkhianat kepada (suami-suami)-nya. Mereka (kedua suami itu) tidak dapat membantunya sedikit pun dari (siksaan) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."
Sementara itu, dalam kisah kali ini, mengisahkan Istri Nabi Nuh. Istri Nabi Nuh tidak menyukai kegiatan dakwah. Bahkan, kegiatan dakwah suaminya. Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah buku Tafsir Qashashi Jilid IV: Umat Terdahulu, Tokoh, Wanita, Istri, dan Putri Nabi Muhammad SAW karya Sofyan Hadi.
Nabi Nuh tak kenal lelah terus berdakwah selama ratusan tahun. Namun karena umatnya dengan watak yang bebal dan keras kepala, maka umat Nabi Nuh sangat sedikit.
"Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim."
Selama ratusan tahun saat berdakwah inilah, juga dibarengi dengan kondisi rumah tangga Nabi Nuh AS yang tidaklah stabil. Apalagi, kondisi Nabi Nuh juga hidup dalam kesederhanaan dan bahkan bisa dibilang miskin.
Harta yang ia punya, selama ini dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Nabi Nuh banyak membantu orang-orang miskin dengan ikhlas. Dalam dakwahnya juga dilakukan Nabi Nuh tanpa mengharapkan balasan atau penghasilan.
Karena itu, kondisi ekonomi nabi nuh tidak stabil. Hal ini kemudian memicu konflik rumah tangga. Istri Nabi Nuh kemudian berkhianat. Dalam kondisi rumah tangga yang tidak stabil inilah, datang seorang nenek hendak menyogok istri Nabi Nuh AS.
Nenek tersebut membawa uang banyak. Ia kemudian menghampiri Istri Nabi Nuh. Ia akan memberikan uang tersebut kepadanya, asalkan Istri Nabi Nuh mau untuk menjadi mata-mata di kaum dari Nabi Nuh.
Istru Nabi Nuh kemudian menerima tawaran tersebut. Ia tidak mengetahui dan menyadari, bahwa nenek tersebut merupakan jelamaan setan yang menjelma jadi manusia dan menggoda dirinya agar berkhianat kepada Nabi Nuh.
Baca Juga : Arab Saudi Izinkan Akad Nikah Dilakukan di Masjidil Haram dan Nabawi
Setelah menerima uang tersebut, istri Nabi Nuh langsung melaksanakan perintah yang dikatakan jelamaan setan yang menjadi seorang nenek sebelumnya. Akhirnya setiap kegiatan apapun yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh, oleh sang istri langsung dilaporkan kepada kalangan kafir.
Dan mirisnya lagi, Kan'an anak Nabi Nuh juga turut terpengaruh dengan istri Nabi Nuh. Kan'an pun turut menjadi orang yang durhaka. Sementara itu, anak Nabi Nuh yang lain, yakni Sam, Ham dan Yafits gagal tetap kukuh berada di jalan Allah SWT. Upaya untuk mengarahkan mereka kepada kedurhakaan gagal.
Sampai kemudian, Allah SWT membalas orang-orang yang durhaka. Allah SWT menurunkan bencana banjir yang sangat dahsyat. Seluruh bumi kemudian dipenuhi dengan air yang muncul dari permukaan bumi dan dari langit.
Dan di saat itulah, Istri Nabi Nuh AS, bersama Kan'an sang anak terkena azab dengan ditenggelamkan oleh Allah SWT bersama orang-orang kafir.
Padahal, sebelum Nabi Nuh sudah berusaha untuk membujuk mereka bertaubat dan masuk ke dalam kapal. Namun, respon mereka tetap saja tidak mau mendengarkan Nabi Nuh AS sampai akhir hayatnya.
Tentang hal ini, dalam Surah Hud ayat 46 dijelaskan, "Dia (Allah) berfirman, “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu karena perbuatannya sungguh tidak baik. Oleh karena itu, janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Sesungguhnya Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang bodoh”.
