Kesenjangan Gaji di Jerman, Perempuan Menghasilkan 18% Lebih Sedikit

19 - Jan - 2024, 11:54

(Foto: Reuters)

JATIMTIMES - Berdasarkan data yang dirilis oleh Kantor Statistik Federal pada hari Kamis (18/1/2024), terungkap bahwa perempuan di Jerman rata-rata menghasilkan 18% lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki pada tahun lalu. 

Penurunan ini terutama disebabkan oleh stagnasi pendapatan setelah memiliki anak dan beralih ke pekerjaan paruh waktu.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan 2 Wanita di Shelter Anjing Kota Blitar Peragakan 20 Adegan dalam Rekonstruksi

Meskipun menjadi ekonomi terbesar di Eropa, kesenjangan gaji antara gender di Jerman ternyata tidak berubah sejak tahun 2020. Hal ini menunjukkan penurunan dari 23% ketika catatan dimulai pada tahun 2006. Menggunakan penyesuaian, kantor tersebut mengumumkan bahwa kesenjangan gaji gender untuk tahun 2023 adalah 6%.

Kantor Statistik Federal menyatakan bahwa pendapatan perempuan cenderung stagnan setelah mencapai usia 30 tahun, yang juga merupakan usia rata-rata pertama kali perempuan memiliki anak di Jerman. 

Sementara itu, laki-laki terus menghasilkan lebih banyak, dan analisis menunjukkan bahwa ini dapat disebabkan oleh perempuan yang lebih sering menghentikan karier mereka untuk alasan keluarga dan memilih bekerja paruh waktu.

Dalam hal rata-rata penghasilan, perempuan mendapatkan 20,84 euro (Rp 350 ribu) per jam, sementara laki-laki mendapatkan 25,30 euro (Rp 400 ribu). Namun, kesenjangan ini lebih kecil di Jerman timur bekas komunis, yaitu hanya 7%, dibandingkan dengan 19% di Jerman barat. 

Baca Juga : 11 Warga Palestina Tewas oleh Pasukan Israel di Tepi Barat

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan pada hari Rabu (17/1/2024) juga menyoroti tren penurunan jumlah perempuan yang memimpin perusahaan-perusahaan terkemuka di Jerman.