Tentang Takdir Manusia, Apakah Bisa Diubah?

Editor

Dede Nana

21 - May - 2023, 03:20

Ilustrasi kehidupan pasrah akan takdir (pixabay)

JATIMTIMES - Setiap makhluk telah ditetapkan takdirnya masing-masing oleh Allah SWT. Hal tersebut telah ditetapkan Allah SWT jauh sebelum langit dan bumi diciptakan. Hadist riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi".

Hal ini juga diriwayatkan Imam Tirmidzi dalam sebuah hadist dan dikatakan hadistnya Hasan, shahih dan Gharib. Selain itu. Dalam Al-Qur'an surat Al An'am 96 Allah SWT berfirman, "(Dia) yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, serta (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui". 

Baca Juga : Tips Memilih Kontraktor Untuk Membangun Rumah Anda

Begitupun pada Al-Qur'an surat Al Furqan ayat 2 Allah SWT berfirman, "(Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat".

Takdir secara umum terbagi dalam dua jenis. Yakni, takdir  muallaq dan takdir mubram. Takdir Muallaq menurut M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari dari Lahir sampai Mati, merupakan takdir yang bisa berubah sesuai dengan kehendak Allah SWT dan ikhtiar manusia.

Contohnya adalah, terkait kesehatan, kecerdasan dan kemakmuran atau terkait rezeki. Jika seseorang belajar dengan giat tentunya dapat meriah prestasi. Dari yang sebelumnya bodoh menjadi seseorang yang jenius. Kemudian dari seseorang yang miskin, namun ia bekerja dengan keras serta ibadah yang khusyuk kepada Allah, maka Allah dapat mengubah takdirnya dengan memberikan banyak rezeki.

Sementara itu, takdir mubram adalah kebalikan dari takdir muallaq. Takdir jenis ini tidak dapat diubah atau sudah pasti akan terjadi. Contohnya ada sebuah kematian, adanya bencana alam, hingga jodoh seseorang. 

Dalam sebuah buku berjudul Berdamai dengan Takdir karya Miftahul Rahman el-Banjary, takdir bisa diubah dengan doa. Begitupun dalam sebuah buku lain berjudul Semua Adalah Kasih Sayang Allah karya Mohammad Rosul juga dikatakan hal yang sama, bahwa takdir dapat diubah dengan doa. 

Baca Juga : Tentang Arwah Gentayangan, Begini Menurut Islam

Pendapat ini bersandar pada sabda Ra5 SAW, dana beliau berkata. "Tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebaikan, dan tidak ada sesuatu yang bisa menolak takdir kecuali doa." (HR Ibnu Majah. At Tirmidzi juga meriwayatkan hal serupa).

Umar bin Khattab RA pernah melakukan hal ini. Saat itu, ia akan berkunjung ke suatu daerah. Karena mendengar kabar adanya wabah penyakit, ia kemudian membatalkan niatnya untuk berkunjung ke daerah tersebut. 

Dan ketika ditanyai mengapa membatalkan kunjungannya, ia berkata, "Saya menghindar dari takdir yang satu ke takdir yang lain."