Anggaran Relokasi Pasar Besar Kota Batu Bertambah 2 Kali Lipat, Jadi Rp 6 Miliar
Reporter
Irsya Richa
Editor
Dede Nana
27 - Jun - 2021, 12:51
BATUTIMES - Pemkot Batu berupaya memberikan yang terbaik untuk memfasilitasi relokasi pedagang Pasar Besar Kota Batu. Anggaran yang digelontorkan untuk relokasi nanti sebesar Rp 6 miliar.
Semula pada tahun 2020 lalu, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu menganggarkan setengahnya yakni Rp 3 miliar. Namun pada tahun ini bertambah dua kali lipatnya Rp 6 miliar.
Baca Juga : Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu Akhir Tahun 2021, Pedagang Segera Direlokasi
Dengan anggaran tersebut diperuntukkan untuk bedak 1.200 pedagang Pasar Besar Kota Batu dan sebagainya. Rencananya relokasi berada di dekat Stadion Brantas dan sebagian di Pasar Sayur Batu.
“Untuk tempat relokasi harus bagus, supaya jual beli antara pedagang dan konsumen lancar dan nyaman,” ungkap Kepala Diskumdag Kota Batu Eko Suhartono.
Spesifikasi bedak nantinya untuk para pedagang ini terbuat dari galvalum. Kemudian dengan dinding spandek dan atap asbes. Sehingga tidak ada triplek seperti umumnya.
Eko menekankan tidak ada pungutan dalam relokasi pedagang Pasar Besar Kota Batu ini. “Saya tekankan untuk tempat relokasi pedagang ini gratis, tidak memungut biaya sepeserpun,” tegasnya.

Relokasi harus dilakukan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan mendatang. “Selama kurun waktu itu harus segera dituntaskan. Karena revitalisasi mulai dilakukan akhir tahun 2021 ini,” terang mantan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Batu ini.
Baca Juga : Eks Dirut Pertamina Sebut Limit Kartu Kredit Hanya Rp 500 Juta, Ahok: Buka Aja Semua
Menurutnya dalam relokasi pihaknya tidak ingin asal-asalan, Pemkot Batu ingin memberikan yang maksimal. Sedang revitalisasi Pasar Besar Kota Batu dilakukan secara multi years. Pada tahun 2021 ini sudah dilakukan pengerjaan fisik. Namun pengerjaan fisiknya lebih banyak pada tahun 2022 mendatang. Dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 200 miliar.
Anggaran tersebut sesuai dengan Perpres No. 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur. Bisa jadi pada tahap I anggaran yang diberikan 10 persen, tahun 2022 sebesar 90 persen karena besaran pengerjaan fisik lebih banyak tahun tersebut.
