Sejarah Barong Ider Bumi, Tradisi Perayaan Lebaran di Desa Kemiren Banyuwangi

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

A Yahya

09 - May - 2021, 09:31

Muhammad Aripin, Kepala Desa Kemiren Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES

BANYUWANGITIMES - Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi memiliki adat dan tradisi budaya Barong Ider Bumi yang biasa digelar pada dua Syawal atau hari kedua lebaran. Pagelaran tradisi ini dalam rangka perayaan Idul Fitri dan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Muhammad Aripin, Kepala Desa (Kades) Kemiren mengatakan Barong Ider akan tetap digelar, meski di tengah suasana pandemi Covid-19. “Tetap kami gelar karena, masih dalam suasana pandemi Covid 19 maka tradisi Barong Ider Bumi tahun ini digelar dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” kata Arifin kepada BanyuwangiTIMES ditemui di rumahnya Minggu (9/05/2021).

Baca Juga : Sensasi Panas Kudapan Bandeng 'Bangzat', Kuliner Pedas Kota Malang

Menurut dia, Ider Bumi dikenal juga dengan Barong Ider Bumi adalah salah satu tradisi budaya Osing. Tradisi ini diselenggarakan di desa Kemiren yang merupakan sebuah desa wisata yang merupakan perkampungan asli suku Osing.

Tradisi Ider Bumi yang digelar selepas Hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai sarana untuk mengusir bala (bencana). Ider Bumi digelar warga Desa Kemiren setiap 2 Syawal atau hari raya kedua. Terkait ritual Ider Bumi yang juga dikenal sebagai Barong Ider Bumi, hal ini dikarenakan Barong dipercaya oleh masyarakat Desa Kemiren sebagai makhluk mitologi yang menjaga desa.

Pada ritual Ider Bumi terdapat sosok Barong yang memiliki sayap diarak oleh warga Desa Kemiren menggunakan baju adat Osing yang dominan berwarna hitam. Sepanjang jalan, tokoh adat masyarakat Osing menebarkan uang koin yang dicampur dengan bunga dan beras kuning.

“Dalam pelaksanaan Ider Bumi tahun ini rencananya akan diikuti oleh sekitar 20 pemain Barong Kemiren yang didampingi oleh 5 – 10 Satgas Covid 19 desa. Kemudian rutenya juga dipersingkat dari Kemiren timur ke arah Kemiren barat dan dilanjutnya dengan tumpengan di tempat warga yang mempunyai Barong,” jelas Aripin.

Baca Juga : Film Terbaru Ice Paris dan Tor Bertajuk "Ghost Lab" akan Tayang 26 Mei

Ayah dua anak tersebut menuturkan pelaksanaan tradisi masyarakat Osing yang turun temurun, selain menjadi hiburan warga juga merupakan wujud syukur sekaligus bentuk kearifan lokal masyarakat yang guyub rukun dalam menjaga memelihara dan melestarikan adat istiadat dan budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat desanya.

“Karena tahun ini masih dalam suasana pendemi sehingga ada pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat. Harapan kami tentu saja ujian wabah Covid 19 ini segera hilang sehingga tahun depan masyarakat bisa menggelar dalam suasana yang semakin meriah. Selain mendapatkan hiburan mereka juga mendapatkan berbagai manfaat yang lain dengan menggelar ritual masyarakat Osing yang dikemas menjadi satu destinasi wisata Banyuwangi,” pungkas Kades yang dikenal bersahaja tersebut.