Amankan Pembawa Senjata Tajam, Gelaran Dangdut Campursari Jalan Terus
Reporter
Agus Salam
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
04 - Dec - 2018, 02:38
Pemuda yang diamankan karena membawa senjata tajam (Sajam) saat acara campursari di gelaran Kota Probolinggo Tempo Doeloe (KPTD) masih ditahan di Mapolresta. Yang bersangkutan masih dimintai keterangan soal sajam jenis clurit yang dibawa saat menonton campursari yang dipadu dangdutan dengan bintang tamu Shodik, New Monata dan Duo Virgin tersebut.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim, AKP Nanang, Senin (3/12) siang. Ia membenarkan kalau pihaknya mengamankan seorang remaja saat acara KPTD berlangsung di alun-alun, Sabtu Malam kemarin. Hanya saja, Kasat enggan menyebut nama dan inisial serta asal remaja yang dimaksud. Alasannya, kasus membawa Sajam itu, akan dirilis Kapolresta.
Dijelaskan, remaja yang belum diketahui inisial dan nama itu, diamankan karena ketahuan membawa sajam di kerumunan penonton. Saat itu juga, ia diamankan dan langsung dibawa ke mapolresta.
“Soal nama jangan dulu ya. Sekalian nanti nanya langsung ke pak Kapolres. Soalnya Kasus ini akan dirilis pak Kapolres Enggak tahu kapan. Ditunggu saja ya. Secepatnya kok," tandas Kasat Reskrim
Terpisah, Kasat Intel IPTU Sudarto membenarkan, kalau petugas mengamankan penonton yang ketahuan membawa senjata tajam. Namun, ia membantah kalau acara dangdutan dan campursari dihentikan, lantaran ada penonton yang diamankan. “Enggak kok. Acara orkes terus berlangsung sampai bubar,” tandasnya
Ia membantah, kabar tentang penghentian atau pembubaran acara orkes, yang dihentikan petugas. Menurutnya, petugas tidak akan menghentikan kegiatan sebuah acara, kecuali kemanannya tidak bisa dikendalikan. Selama masih bisa dikendalikan, acara tetap dilanjutkan. “Enggak benar itu. Engggak, kami tidak membubarkan. Soal izin acara, lengkap,” tegasnya.
Sementara itu diperoleh informasi, kalau acara dangdutan dan campur sari pada Sabtu malam, dihentikan. Lantaran, ada penonton yang ketahuan membawa sajam. Mereka langsung diamankan dan dibawa petugas ke luar arena acara.
“Ya, acara tidak dilanjutkan. Dihentikan saat Shodiq nyanyi kedua. Belum selesai nyanyi, ada penonton yang diamankan karena bawa sajam,” ujar salah satu PKL yang berjualan diacara tersebut.
Dijelaskan, acara malam itu tidak kisruh meski ada penonton yang membawa sajam. Sebab, begitu mengetahui ada penonton yang membawa sajam, petugas langsung mengamankan orang tersebut.
“Enggak kok, tidak kisruh. Enggak tahu kok acara orkes ditutup. Apa demi keamanan, sehingga acara hiburan tidak dilanjutkan,” tandasnya.
Terpisah, Kabid Promosi Pariwisata pada Disbudpar Suciningsih membantah, kalau acara orkes yang digelarnya, dibubarkan petugas.Menurutynya acara orkes membubarkan sendiri lantaran waktunya sudah cukup dan seluruh artis selesai tampil, termasuk bintang tamu Shodiq. “Enggak kok. Musik bubar sendiri, karena memang sudah waktunya. Bukan dibubarkan petugas. Waktu itu sudah jam jam 9 lebih,” tandasnya.
Suci kemudian menceritakan kronologinya. Saat panggung hiburan berlangsung, penonton duduk di pinggir tenda undangan. Saat Shodiq tampil yang dilanjut penampilan Duo Virgin, situasi masih tetap aman. Suci, tiba-tiaba melihat seorang penonton diseret petugas dari tengah penonton. “Enggak ada keributan, meski ada penonton yang diamankan petugas. Katanya, yang diseret dari tengah penonton itu, bawa senjata tajam. Acara terus berlangsung hingga akhir. Tidak ada pembubaran acara,” pungkasnya.
